Friday, September 24, 2010

hey yaa !

Jam memang sudah menunjukkan pkl 00.12 WIB. Namun saya masih belum dapat untuk terlelap.
Saya merasakan rasa sakit itu lagi. Rasa pusing, lelah, lemas, dan rasa sakit yang sangat menyiksa saya. Saya tidak tahu harus bagaimana. Saya hanya dapat berdiam sampai rasa sakit ini hilang. Akhirnya saya mencoba untuk berbaring.

Tiba-tiba saja teman saya, Adhit, mengajak saya untuk bertelephone-an. Saya merasa tidak enak bila harus menolak. Akhirnya kami pun otp . Namun keadaan saya sungguh buruk, saya sama sekali tidak dapat berkonsentrasi dengan apa yang dia bicarakan. Rasa sakit ini semakin bertambah ketika saya memikirkan masalah tentang sahabat saya. Saya merasa semakin lemas. Kepala saya rasanya ingin pecah ! Saya pun tetap membiarkan Adhit menceritakan tentang semua masalahnya. Saya langsung merasa sangat tidak enak terhadap dia, bagaimana tidak ? Seharusnya saya meringankan beban nya, bukan menambahkan nya. Saya meminta maaf kepada Adhit dan mengatakan bahwa saya memang sedang merasa tidak enak badan dan kurang dapat berkonsentrasi. Dia meminta saya untuk mengatakan masalah saya, namun saya tidak dapat menceritakan masalah tersebut kepada nya. Maaf yaa, Adhit. Dia pun mengerti dan memaklumi saya, akhirnya ia melanjutkan menceritakan tentang segala masalah dan rasa bimbang yang ia alami. Dan sebisa mungkin saya dapat memahami dia. Karna saya merasa sudah sangat merasa tidak sanggup, dan kebetulan juga kami sudah menemukan jalan keluar untuk masalah dia, yaa hanya untuk beberapa minggu/bulan ke depan saja, karna kita harus melihat perkembangan dari jalan keluar tersebut.

Dan tidak lama setelah saya memutuskan telp dengan Adhit, tiba-tiba saja sahabat saya langsung menghubungi saya. HA. Ini dia sumber masalah saya tadi. Tapi, ketika saya sedang merasakan rasa sakit, obat yang paling mujarab memang sahabat-sahabat saya. Mereka dapat menghilangkan kepenatan saya. Mereka bisa menghilangkan rasa sakit yang sungguh tidak enak ini hft

Oh yaa, hemm. Bila anda memiliki salah. Apakah sulit bagi anda untuk menyadari rasa salah tersebut ? Dan apakah sulit bagi anda untuk mengatakan kata "MAAF" kepada orang yang sudah merasa tersakiti oleh perbuatan anda tersebut ? Tidak tahukah anda tentang perasaan sakit yang ia alami ? Tidak ingin tahukah anda dengan semua itu ? Sadarkah anda, bahwa mungkin anda sudah sangat sering membuatnya menangis ? Tidak banyak yang ia inginkan. Ia hanya ingin anda mengerti dengan apa yang dia rasakan. Dia hanya ingin anda dapat menyadari kesalahan anda. Dia hanya ingin anda untuk selalu ada untuk nya. Berikan saja pengertian, sepertinya itu sudah lebih dari cukup.



- Stefanny C S -

Sunday, September 12, 2010

gelap dan takut

Aku takut. Sangat takut.

Aku takut bila suatu saat nanti aku akan kehilangan mereka
Aku takut bila suatu saat nanti aku akan kehilangan senyuman nya, canda-tawa nya dan kebersamaan ketika bersama mereka
Aku takut bila suatu saat nanti dia, mereka pergi menjauh
Dan aku sendiri
Dalam gelap, dengan penuh ketakutan.

Dimana aku akan mendapatkan cahaya ?
Cahaya ditengah kegelapan ?
Dimana aku harus mencari cahaya itu ?
Akankah ku temukan cahaya itu ?

Aku menyukai ketenangan, namun aku tidak suka bila harus sendirian dalam gelap
Aku menyukai keadaan gelap dengan sedikit penerangan yang cukup.
Bukan cahaya yang kurang, yang membuatku tak dapat melihat jelas
Bukan juga cahaya yang berlebihan yang dapat menyilaukan mata

Stefanny C S

bla bla bla !

Setiap masalah merupakan suatu pelajaran baru bagi saya.
Yaaaa, buktinya saja ketika saya sedang menghadapi masalah tentang sahabat saya itu, saya mendapat pelajaran seperti :

"Ketika kamu merasakan rasa sakit, lelah dan merasa tidak sanggup lagi untuk bertahan, kamu akan memikirkan tentang untuk - siapa - kamu - bertahan karena itu adalah alasan mu selama ini, mengapa kamu bisa bertahan hingga detik ini."

dan

"Jika kamu sedang mengorbankan dirimu sendiri, seperti kesenangan mu agar kamu tidak kehilangan seseorang yang sangat berharga untuk mu, terkadang kamu pasti merasa lelah. Kamu ingin mendapatkan kesenangan mu. Namun, ketika orang yang kamu pertahankan berada di dekat kamu, maka kamu akan merasakan bahwa semua pengorbanan mu tidaklah sia-sia. Dan kamu akan selalu menginginkan nya berada di dekat mu. Kamu tidak ingin kehilangan dia."


Stefanny C S

Friday, September 10, 2010

i - d - k

Sebenarnya, saya sendiri tidak tahu harus memulai darimana. Banyak sekali ide-ide yang bermunculan di benak saya tentang apa - yang - akan - saya - tulis . Namun, seperti yang tadi sudah saya katakan, saya tidak tahu harus memulai darimana. Hem yaa, mungkin karna terlalu banyak saya menjadi bingung hha


Malam ini saya sepertinya sulit untuk tertidur. Astaga ! Ternyata ini sudah pkl 00.30 WIB dan saya belum merasakan lelah sedikit pun hem oke mungkin mengantuk bukan lelah.
Sebenarnya saya juga berusaha untuk tidak mengantuk karena menunggu sahabat saya yang sebenarnya berjanji akan menghubungi saya pada pkl 24.00 WIB tp sampai saat ini dia sama sekali belum menghubungi saya. Saya tahu dia belum tertidur. Pasti. Tetapi, saya memutuskan untuk tetap menunggu dia, ya, tepat waktu sepertinya memang sudah menjadi kebiasaan bagi nya. Hey ya, sejujurnya saya sudah ingin tidur, tp demi sahabat saya ini, harus nunggu katanya hft.
Apa pun untuk semua sahabat saya.

Dan, untung saja malam ini ada seseorang yang masih menemani saya. Saya memang ditemani oleh banyak orang hha melalui twitter tentu saja. Twitter ? Saya hanya menyaksikan timeline yang terus barganti tanpa henti, sesaat memang terhenti, hanya sesaat . Sayang sekali sahabat-sahabat saya yang biasa menemani saya chat sudah tertidur pulas. Dan hanya Stefano yang masih terbangun, dia teman lama saya, teman SD. Saling bertukar lagu dan bernostalgia tentang kenangan sewaktu SD dulu itu sangat menghibur hahaha


Stefanny C S

Thursday, September 2, 2010

tak mengerti

Saya tidak mengerti harus menulis tentang apa. Setelah lama berpikir, akhirnya saya memutuskan untuk menulis hal yang saya tulis di dalam blinder kesayangan saya. Ini merupakan salah satu hal random yang saya utarakan melalui suatu tulisan. Kita mulai yaa :)

Ketika pelajaran sedang berlangsung, tiba-tiba saja aku merasakan sesuatu yang sungguh tidak menyenangkan. Aku merasa sangat sakit dan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk menghilangkan rasa sakit ini.

Aku hanya berusaha untuk tetap tenang, aku tidak ingin mengganggu pelajaran ini. Dan tiba-tiba saja aku teringat akan apa yang aku rasakan tadi pagi, ya lebih tepatnya pada pkl 00.00 WIB. Ketika langit masih gelap dan orang-orang masih terjaga dalam tidur mereka. Seharusnya, aku juga masih terjaga, tetapi entah bagaimana tiba-tiba saja aku terbangun. Aku berusaha untuk menutup mata dan melanjutkan tidur ku kembali. Aku tidak bisa. Aku pun memutuskan untuk menghubungi sahabat ku dengan mengirimkan nya pesan singkat, berkali-kali aku menghubungi nya, namun tak juga ada balasan. Aku berpikir, mungkin saja dia sudah terlelap. Akhirnya, aku mencoba untuk meyibukkan diri. Tetapi, aku hanya tenggelam dalam pemikiran yang tak menentu.
Random
Aku memikirkan tentang sahabat-sahabat ku. FUCKITVJJ
Aku merindukan mereka. Aku merindukan kebersamaan kami. Aku sungguh tidak ingin kehilangan mereka.
Aku tidak ingin kehilangan persahabatqn ini .

Tak terasa, ternyata air mata ku mulai mengalir hingga membasahi bantal tidur ku.
Hey,
Mengapa menangis ?
Untuk apa menangis ?
Aku merasa sangat takut. Aku merasa sangat bimbang. Aku merasa sangat lemah.
Dan, rasa sakit ini semakin kuat.

Aku tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada ku malam itu. Aku tidak mengerti dengan apa yang aku rasakan. Aku sudah cukup lelah dengan semua pemikiran ini. Pemirikan yang tidak menentu.
Sekali lagi, ku putuskan unutk menutup mata. Menyingkirkan semua pemikiran tidak jelas ini. Menyingkirkan semua rasa takut dan bimbang ini. Meyakinkan diriku sendiri, bahwa nanti, ketika aku terbangun, semua akan terlupakan. Dan semua rasa sakit, takut dan bimbang yang kau rasakan sejenak akan hilanh

Ya. Semua akan baik-baik saja.


Stefanny C S