Wednesday, November 3, 2010

Terima Kasih

Ya. Aku ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada mu.
Mungkin ini akan terdengar sangat aneh dan tidak masuk akal. Karena secara langsung kamu tidak memberikan apa pun kepada ku & aku tidak menerima apa pun dari kamu.
Namun, secara tidak langsung, kamu telah memberikan ku banyak sekali suatu pelajaran.
Mungkin kamu sendiri tidak mengerti dengan apa yang aku katakan, namun baca dan pahami baik-baik setiap kata yang ada. Disinilah aku mendapatkan pelajaran dari mengenalmu.

Ketika kamu datang dengan tiba-tiba, membawa semua canda-tawa mu, menawarkan segala kebaikan untuk ku dan kamu ingin membuatku tersenyum.
Aku belajar untuk menyadari bahwa ternyata masih ada orang yang peduli kepada ku dan ingin membuat ku tersenyum. Walau pun aku belum tahu, apakah semua itu benar atau hanya untuk menyenangkan ku sesaat.
Ketika aku tetap tidak terlalu mempedulikan keberadaan mu dan ku lihat kamu tetap saja bertahan.
Aku belajar untuk lebih menyadari keberadaan orang lain dan arti kehadirannya. Karena aku pasti akan sangat merindukan nya ketika mereka tidak berada dekat dengan ku.
Ketika kamu mulai jauh, aku merasakan hal yang berbeda. Aku merindukan mu, aku mulai memikirkan mu.
Aku merindukan kehadiran mu. Aku ingin kamu dekat dengan ku seperti sedia kala. Aku rindu dengan kebaikan yang kamu berikan. Aku rindu dengan cara mu membuat ku tertawa. Kamu telah membuat ku merasa kehilangan .........
Dan merasa bersalah. Merasa bersalah karena dulu, ketika kamu dekat, aku tidak terlalu mempedulikan keberadaan mu. Merasa menyesal karena ternyata banyak sekali waktu, banyak sekali kesempatan dekat dengan mu, yang aku lewati dengan begitu saja. Tanpa mempedulikan kehadiran kamu.
Dan aku belajar agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
Ketika aku mengatakan "aku telah menyayangi dia" kepada sahabat dan teman-teman ku, mungkin harusnya aku sadar, kata-kata itu terlalu cepat untuk dijadikan suatu pernyataan.
Secara logika, bagaimana bisa aku menyayangi kamu ?
Mengenalmu saja belum terlalu lama. Dan kamu telah meninggalkan aku begitu saja. Semua hanya sesaat.
Namun, apa yang aku harus katakan ? Kalimat seperti apa yang lebih tepat untuk mengungkapkan apa yang aku rasakan ?
Aku merindukan kamu.
Aku merindukan kehadiran mu.
Aku menginginkan mu kembali dan berada di dekat ku.
Kamu membuatku secara perlahan dapat melupakan dia.
Perlahan bayangan dia tergantikan karena kehadiran kamu.

Ketika kamu tetap berada pada tempat mu yang sekarang, jauh dari ku dan ku lihat kamu sama sekali tidak bergerak untuk kembali. Bahkan kamu semakin menjauh.
Aku belajar untuk mulai merelakan mu. Aku tahu. Ini merupakan bagian yang sulit.
Melupakan seseorang yang sudah sangat berarti bagi kita. Ck.
Aku belajar untuk tidak memaksakan kehendak ku sendiri saja.
Aku belajar untuk menganggap kehadiran mu waktu itu merupakan suatu hiburan untuk ku ketika aku sedang sedih. Dan untuk mengingatkan ku bahwa aku harus belajar melupakan dia dan sadar bahwa masih banyak yang lebih baik dari dia.
Dan salah satunya adalah kamu.

Mungkin masih banyak lagi yang tidak aku mengerti.
Masih banyak yang tidak aku sadari.
Kehadiran mu yang secara tiba-tiba dan kepergian mu yang juga secara tiba-tiba masih terus membuatku bertanya-tanya.
Namun, biarlah.
Biarkan semua kebingungan ku ini,
semua pertanyaan ku ini. Tersimpan dalam benakku.
Biarkan Tuhan saja yang mengetahui semua ini.
Semua ku serahkan kepada Nya.
Semua ku percayakan dalam tangan Nya.


Jakarta, 2 November 2010
- Stefanny C S -