Wednesday, April 15, 2015

terlalu banyak rasa yang ingin terungkap,

terlalu banyak amarah yang ingin tersampaikan,

terlalu banyak air mata yang ingin menetes jika rasa terungkap,

sudah banyak kalimat tersusun untuk berkata,


  tapi,


tidak satu pun kata yang terucap ketika sang waktu sudah memberi kesempatan.


terdiam.
terpaku.
membeku dalam keheningan.
hanya bisa menatap.


kembali luluh.


sorotan mata menjinakan,
suara lembut menyejukan,
senyum menghangatkan,

tangan yang menggenggam seolah berkata,
 "aku selalu disini, tidak akan pernah pergi jauh."

pelukan hangat yang menenangkan.

sudahlah.
alhasil,

sekali lagi diri ini berpikir dua kali untuk menyampaikan emosi yang ada,
hanya karena takut kalau saja semua ini menghilang karna ungkapan rasa yang ada.

(sekali lagi)

tak sampai hati diri ini untuk memaki.

ya.
sekali lagi,
ego ini berhasil dikalahkan.


kembali,
memendam sendiri semua rasa yang ada
kekecewaan amarah kesedihan
menelan sendiri segala rasa pahit yang ada
 berharap akan ada rasa manis terasa

kembali,
hanya bisa menghembuskan nafas,
mengelus dada,
untuk setiap kepedihan yang ada didalamnya

kembali,
hanya bisa berpasrah pada Sang Illahi
sujud berdoa
berterimakasih,
karena setidaknya diri ini tidak pernah sendiri


kembali,
hanya dapat mengucap
...

ikhlas.


Griesheim, den. 15 April 2015
02:02

Sunday, April 5, 2015

kata apa lagi yang harus terungkap
kalimat seperti apa lagi yang harus muncul
entah
bagaimana lagi untuk mengungkap

tak ada lagi.

semua sudah selesai.

semua terasa begitu cepat.

sangat cepat.

tapi sangat berarti.

terima kasih, kepadamu.

mungkin untuk mu ini semua tidak bermakna.
mungkin untuk mu semua yang sudah terjadi hanyalah sebuah kesalahan.
atau bahkan
mungkin untuk kamu,
semua ini memang tidak pernah ada.

tapi maafkan aku, sayang.
aku bukanlah kamu.
izinkan aku untuk mengucap terima kasih kepada kamu.
untuk semuanya.
setiap rasa yang belum pernah muncul sebelumnya,
keceriaan yang selalu kamu ciptakan,
senyuman hangat yang berhasil membangkitkan semangat ku,
ungkapan sayang yang tak pernah kamu lupa setiap harinya,
kejutan - kejutan sederhana yang berarti sangat,
kekuatan yang kamu berikan ketika kita harus melewati hari yang berat,
terima kasih.

tak lupa aku juga ingin mengucap terima kasih,
karena aku lah orangnya.
entah kamu tulus melakukan semua itu atau tidak.
tapi aku mohon terimalah ungkapan terima kasih ku ini.

hanya sekadar ingin memberitahu,
terdapat keikhlasan dalam setiap hari yang aku jalani bersama kamu.
terdapat kesungguhan dalam setiap kata sayang yang ku ucap.

dulu,
bagi ku semua itu adalah nyata.
bukan hanya sekadar rasa suka biasa.
bukan hanya sekadar rasa nyaman.

jika iya sesedarhana itu,
tidak perlu kamu orangnya.
rasa suka biasa aku dapat dari orang lain,
rasa nyaman bisa aku dapat dari sahabat - sahabat ku.

terima kasih sudah menunjukan bagaimana membedakannya.

mungkin rasa yang kita miliki tidaklah sama.

sudahlah.

izinkan aku mendoakan kebahagiaan kamu dan dia.
izinkan aku menyampaikan kepada mu,
agar sekiranya tak sekali - kali lagi kamu tinggalkan dia.
Tidak akan pernah ada perempuan yang bisa menggantikan dia untuk kamu.
Perempuan sebaik dia,
yang bisa menerima kembali lelaki yang sudah jelas meninggalkannya demi perempuan lain, yang belum sampai sebulan dikenalnya.
Pasti ada alasan dia rela menerima mu kembali untuknya.

terima ucapan selamat dari ku untuk kamu dan dia.
sampaikan maaf ku untuk dia.
sampaikan pula terima kasih ku kepada dia.


tertanda,
aku yang pernah (katanya) kamu sayang.