Wednesday, December 22, 2010

211210

Bagaimana saya harus menyampaikan nya ?
Darimana saya harus memulai ?

Kemarin, lebih tepatnya lagi adalah tanggal 21 Desember 2010. Aku sangat menantikan hari tersebut. Selama 1 tahun menunggu, akhirnya hari itu datang juga.
Ingin rasanya aku merasakan kesenangan walaupun hanya sesaat. Pada hari-hari sebelumnya, bisa dibilang, terlalu banyak air mata, penyesalan, kesedihan dan kekecewaan. Sangat ku harapkan untuk hari itu dapat menyingkirkan semua rasa 'buruk' itu. Hanya ingin menghabiskan waktu dengan sahabat-sahabat ku. Dapat bercanda-tawa dengan mereka. Dapat berbagi kesenagan dengan mereka. Dan ingin lebih dekat lagi dengan mereka.

"Aku. Ingin. Menghabiskan. Hari itu. Hanya. Dengan. MEREKA !"



Apa aku salah jika berharap demikian ? Apa semua itu terlalu berlebihan ? Tidakkah mereka mengerti dengan semua itu ? Aku rasa mereka mengerti. Aku tahu mereka sangat baik. Aku yakin mereka tidak akan mengecewakan aku. Terutama di hari itu. Hari yang sangat aku tunggu-tunggu !

Semua benar-benar diluar dugaan ku. Tak kusangka, hari itu, merekalah yang menghancurkan semuanya. Mereka yang membuatku kecewa di hari ulang tahunku. Mereka membohongiku ! Dan kebohongan itu sangatlah TIDAK MENYENANGKAN ! Mereka yang merugikan ku. Mereka yang membuatku menyesal kenapa hari itu harus datang. Mereka juga yang membuat ku menangis di hari ulang tahun ku ! Bahkan sampai saat ini aku masih terus menangis. Sangat aku sesali semuanya.

Bangaimana tidak ? Selama 1 tahun aku menunggu hari itu. Tapi, hanya dengan 1 hari mereka dengan mudah menghancurkan semuanya begitu saja. Siapa yang egois ? Aku atau mereka ? Kata maaf mungkin memang sangat mudah untuk diucapkan ketika situasi sudah sangat kacau seperti saat ini. Aku juga sudah memaafkan mereka. Mungkin ini tidak sepenuhnya salah mereka, mungkin sebagian juga ada karena ego ku sendiri. Tp, apa yang bisa mereka lakukan ? Bisakah mereka mengulang semua dan memperbaiki nya ? Bisakah mereka menahan air mata ku agar berhenti untuk terus keluar ? Bisakah mereka menghibur ku ? Tidak. Setelah kejadian itu mereka tidak menghiburku. Hanya kata "MAAF" yang aku dapat dari mereka. Itu pun tidak semuanya mengucap kata maaf. Aku tidak mengharapkan kata maaf dari mereka. Aku hanya ingin mereka mengerti dengan apa yang aku rasakan.

Bagaimana bila saat ini mereka yang berada di posisi ku ? Apakah mereka akan merasa biasa saja ? Apakah mereka akan merasa sangat bahagia dan sungguh 'surprise' ? Atau mereka akan sama dengan ku, menangis terus-menerus dengan penuh penyesalan mengapa hari ini harus terlewati dengan sia-sia ? Apa yang akan mereka rasakan ? Hell-yeah.
Hari itu, berlalu, dengan SIA-SIA !!!

Aku sudah tidak tahu lagi harus berkata apa untuk mengungkapkan apa yang aku rasakan. Yang aku tahu, aku sangat sedih. Aku sangat kecewa. Yang aku lakukan hanya menangis dan mengadu kepada-Nya. Bahkan, sampai hari ini aku masih terus meneteskan air mata.

Berharap ada seseorang yang dapat memeluk ku erat dan menenangkan ku. Berkata bahwa bukan ini yang ingin Tuhan berikan sebagai hadiah ulang tahun ku, melainkan, pasti masih ada rencana, masih ada hadiah yang Tuhan simpan untuk ulang tahun ku yang akan Dia berikan pada ku secepat mungkin. Amin.
Tuhan, inikah hadiah yang Kau berikan untuk ku ?


- Stefanny C S -

Sunday, December 19, 2010

Suka, Sayang atau Cinta ?

Di usia ku saat ini, sedang gempar-gempar nya membicarakan tentang yang namanya suka, sayang dan cinta. Terhadap lawan jenis tentunya. Jujur. Sampai sekarang aku tidak terlalu senang mendengar kata "cinta" atau menyatakan nya. Aku berpikir mungkin itu karena usia ku yang masih terlalu dini. Tapi, menurutku, bukan usia ku yang membuatku merasa seperti itu terhadap salah satu kata yang dapat mewakilkan perasaan seseorang, well, itulah yang aku dengar sampai saat ini.

Maka dari itu, sampai sekarang aku tidak pernah menyatakan tentang perasaan ku terhadap seseorang dengan mengatakan "Aku mencintai nya", "I love you", and whatever about "love". Ya, paling dengan singkatan seperti "ily" itu pun jarang sekali aku gunakan. Bukan. Bukan karena aku tidak yakin dengan perasaan ku. Namun, karena aku belum berani untuk menyatakan nya. Karena aku belum mengerti seutuhnya tentang makna yang terdapat dalam kata tersebut. Bagaimana mungkin aku menyatakan kata tersebut namun aku sendiri tidak mengerti dengan apa yang aku katakan/nyatakan ? Ha. Aku tidak ingin seperti mereka yang dengan mudah mengatakan hal itu.

Menurut ku pribadi, aku lebih memilih untuk menyatakan perasaan itu dengan kata "Sayang". Kata itu sangat netral. Dapat aku katakan kepada semua orang. Baik teman ku, sahabat ku maupun tentang perasaan ku terhadapnya. Aku lebih suka mengatakan "Aku sayang dia". Tapi, aku tidak mudah menyatakan atau pun berkata demikian. Karena, tidak mudah untukku merasakan rasa tersebut (re: terhadap lawan jenis diluar sahabat). Karena tidak mudah untuk ku melupakan masa lalu, dan bila aku berhasil melupakan masa lalu karena kehadiran seseorang, yaa, mungkinkah dia akan menjadi masa lalu seperti masa lalu ku sebelumnya ? Selalu aku pertanyakan hal itu. Dan aku akan mengatakan "Aku menyayangi dia" kepada sahabat-sahabat ku jika aku memang sudah benar-benar yakin tentang rasa itu. Jika, belum. Aku akan tetap diam dan akan meyakinkan perasaan ku apakah itu sayang atau bukan. Tidak seperti "cinta". Mungkin aku lebih dapat memahami sayang dibanding cinta. Kenapa ? Mungkin karna aku lebih merasakan sayang. Ya. Aku bilang itu sayang, ketika aku takut untuk kehilangan dia. Aku menyatakan sayang ketika aku benar-benar nyaman berada di dekatnya. Aku mengatakan sayang ketika aku merindukan kehadirannya. Aku belajar tentang rasa sayang, untuk pertama kalinya, untuk memahami nya, dari para sahabat ku. Namun, rasa sayang itu sudah berbeda ketika aku mulai mengenal dia. Kali ini, aku belajar hal baru tentang sayang. Aku belajar untuk mencoba merelakan nya, bila itu memang yang terbaik untuk dia. Bila memang itu yang membuat nya dapat tersenyum lepas. Tapi, aku tidak mungkin mengatakan sayang bila dia tidak 'menawarkan' ku untuk berani untuk merasakan rasa sayang terhadap dia. Ah, sudahlah. Di postingan kali ini aku bukan ingin membahas tentang hal ini.

Suka ? Aku canggung untuk mengatakan itu terhadap seseorang yang aku sayangi. Kata itu keluar lebih tepatnya ketika aku ingin menguatarakan tentang sikap atau kelebihan nya atau apa pun yang tidak berkaitan dengan perasaan. Seperti : "Aku suka dengan ketegaranya", "Aku suka dengan senyuman nya", "Aku suka ketika melihat dia bermain dengan ringan nya", "Aku suka cahaya yang terpancar dari kedua matanya". HAHAHA tidakkah itu terlalu gombal ? Kurasa tidak. Karena semua kalimat itu aku dapatkan ketika aku memandangnya. Aku juga tidak ingin kata "suka" itu menjadi terdengar meragukan karena dapat menutupi kata "sayang". Suka ? Tidakkah itu terdengar terlalu mengidolakan seseorang ? Terlalu mengagung-agungkan seseorang ? Aku tidak ingin terlalu terlihat seperti itu. Aku ingin terlihat biasa saja, namun pasti akan perasaan itu.

Entah bagaimana. Entah mengapa aku merasa lebih menyatu dengan kata "Sayang" dibandingkan kata "suka" atau "cinta". Yaa, mungkin sampai saat ini. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi ke depannya ? Beberapa tahun lagi atau minggu depan atau beberapa hari lagi ? Aku sendiri tidak akan pernah tahu kapan aku akan memahami kata "cinta" itu sendiri. Yang aku tahu adalah suatu saat nanti aku pasti akan mendapatkan kesempatan yang akan membuatku belajar untuk mengerti tentang makna yang tersirat dalam kata itu. Namun, bagiku, kata "sayang" yang diutarakan dengan penuh ketulusan juga sudah lebih dari cukup untuk mengutarakan perasaan mu dan dapat membuat seseorang tahu apa yang ada di dalam hati mu dan tahu apa yang harus kita lakukan dengan perasaan itu sendiri.

Suka adalah ketika kamu menemukan seseorang yang dapat membutakan mata mu dan kamu sangat ingin mendapatkan nya. Apa pun caranya. Kamu akan terlihat sangat egois dan seakan-akan hanya ingin memuaskan keinginan duniawi mu saja.

Sayang adalah ketika kamu merasakan nyaman dengan seseorang, ketika hati mu terasa sakit saat dia dengan yang lain, khawatir ketika dia tidak berada di dekat mu atau tidak memberikan mu kabar. Merindukan kehadiran nya. Menantikan kedatangan nya. Namun, kamu akan merelakan dia dengan yang lain karena kamu tahu, hanya itu yang akan membuat dia bahagia.

Cinta adalah ketika kamu sudah dibutakan dengan semuanya. Ketika semua yang kamu lakukan bisa saja sudah diluar kesadaran mu dan yang ada dipikiran mu hanyalah orang yang kamu sayangi atau mungkin kamu hanya memikirkan bagaimana cara agar kalian dapat selalu bersama selamanya. Dan ketika dia pergi, kamu akan menunggu dia sampai kapan pun, tak peduli apa yang akan terjadi dengan mu nantinya.


- Stefanny C S -

Tuesday, December 14, 2010

:O

Setiap kenangan yang aku miliki bersama mu akan selalu ku ingat sampai kapan pun.

Di saat aku sedang sedih, ketika mengingat setiap detik kenangan yang kamu tinggalkan selalu berhasil membuat ku tersenyum.
Di saat aku merasakan sesuatu yang aneh ketika melihat mu dengan nya, aku selalu mengingat betapa beruntung nya aku sempat menjadi bagian yang mengisi hari-hari mu.
Di saat aku takut kehilangan mu, aku selalu berpikir aku harus tetap bersyukur masih bisa mengenal mu hingga saat ini.

Di saat aku merasa kamu hanyalah suatu khayalan untuk ku, aku teringat akan begitu banyak kenangan yang telah kita lewati bersama dan itu semua nyata.
Terbukti nyata.
Karena kenangan itu mampu membuat ku tersenyum.
Karena kenangan itu mampu menghibur ku.
Karena kenangan itu mampu membuat ku menangis.
Dan semua kenangan itu yang membuat ku selalu berharap agar dapat terulang kembali.
Kenangan itu pula yang membuat ku sulit untuk menghilangkan mu. Walau memang sesungguh nya tak pernah terpikirkan oleh ku untuk melupakan mu. Entah mengapa.

Terima kasih atas semua yang telah kamu berikan.
Semua yg kamu ajarkan melalui semua sikap mu baik dari awal, sampai saat ini.
Terima kasih atas semua perubahan yang ada pada mu.
Semua itu mengajarkan ku bahwa tidak ada yang tetap.

Setelah lama tak menulis

Halo semua, apa kabar ? Gue harap lo semua dengan keadaan baik-baik saja ya.
Sudah lama banget gue gak posting di blog ini, kangen sih. Banget. Tiap gue online, gue selalu buka alamat blog ini dan selalu ingin sign in dan memulai untuk menulis berbagai kisah yang ingin di sampaikan.
Tapi, terkadang gue merasa bingung. Bingung harus memulai darimana, bingung dengan cerita apa yang akan gue sampaikan. Sebagian besar merupakan suatu kisah yang mungkin tidak akan cukup disampaikan dalam 1 postingan. Dan kalo gue mulai, pasti gue akan lupa dimana harus mengakhiri cerita tersebut.

Semua sangat rumit. Sebenarnya semua ini bisa saja dengan gampang gue jalanin, gue selesaikan. Cukup dengan 1 cara. Melupakan. Ya, lupakan semua kejadian yang hanya membuat gue merasa dalam masalah yang sangat rumit. Tapi, gue tidak ingin dibilang sebagai seorang pengecut yang hanya bisa lari ketika dihadapkan dengan suatu masalah. Melupakan semua itu sama saja gue lari dari masalah tersebut. Karena gue akan meninggalkan semua pemikiran tentang masalah itu dan membiarkan semua terjadi tanpa ikut campur dan menyelesaikan semuanya. Dan secara langsung gue akan menghindar keras dari masalah itu.
Dan gue bukan yang dengan mudahnya lari dari masalah. Melupakan masalah itu. Semakin gue berusaha menghindar, semakin gue berusaha melupakan, pasti gue akan semakin memikirkan masalah itu. Dan memikirkan kalo gue harus melupakan semua masalah itu hanya akan menambah beban pikiran gue.

Namun, dihadapkan dengan masalah yang tak pernah ingin mengalah dan tak pernah bisa diajak untuk kompromi dengan keadaan yang ada, membuat gue merasa muak dengan semua yang ada. Tak pernah ada kata "cukup" ketika masalah tersebut datang tiba-tiba. Baru saja gue selesai berurusan dengan suatu masalah, pasti dengan segera masalah lain dengan begitu saja. Tanpa memeberikan gue waktu sejenak untuk beristirahat. Gue capek. Sesempurna apa pun manusia itu, sebesar apa pun ketangguhan nya dalam menghadapi setiap masalah, pasti dia juga bisa merasakan rasa lelah dengan setiap masalah yang tak pernah bosan untuk terus menghampirinya. Tak peduli dia siap atau tidak.

Dan ketika masalah itu datang, mau tidak mau, siap tidak siap, pada akhirnya kita yang akan mengalah dan secepat mungkin harus memikirkan bagaimana harus membuat masalah tersebut pergi dan memastikan bahwa masalah tersebut tidak akan kembali lagi.

Gue bosan dengan semua ini. Yaa, sayang sekali, sepertinya sampai saat ini gue masih terjebak dalam satu masalah. Dia tidak mau pergi, hem, ya, dia memang sempat pergi, namun hanya sesaat. Belum sempat gue mengambil nafas, dia sudah kembali lagi. Namun, gue tidak akan membiarkan nya berpikir bahwa gue yang terjebak. Gue yang akan membuat nya merasa telah terjebak dalam kehidupan gue ini. Gue akan buat tidak akan betah berlama-lama mencampuri semua urusan gue dan buat semuanya menjadi sangat rumit.

Malam ini, gue mungkin akan posting banyak banget. Karena gue bener-bener ngerasa gak beres banget haha apabanget sih emang. Tapi, gimana dong ya, sahabat gue, orang yang biasanya ngertiin gue, lagi sibuk, yaudahlah yaaa. Etr aja kalo dia udh bisa ngertiin gue lg.


- Stefanny C S -