Kamu selalu membuat ku menunggu.
Aku sendiri tidak tahu apa yang aku tunggu dan apa yang sebenarnya aku harapkan dari kamu.
Aku tidak tahu apa yang akan aku dapatkan nanti.
Aku tidak tahu sampai kapan aku harus menunggu.
Kamu hanya mengatakan agar aku tetap bersabar dan terus menunggu.
Kamu terus menerus mengatakan bahwa kamu menyayangi ku dan akan selalu seperti itu.
Entah apa itu semua adalah nyata atau disini hanya aku yang terlalu bodoh karena terus mempercayai mu sampai pada akhirnya aku menuruti kamu untuk tetap menunggu kamu disini.
Beberapa kali aku merasa telah merasa berhasil mendapatkan kebahagiaan ku.
Aku merasakan rasa bahagia itu ketika aku bersama dia. Iya, dia.
Dia yang menurut ku terlalu baik untuk ku.
Dia yang membuat ku merasa bersalah karena telah menyia - nyiakan orang baik seperti dia.
Dia yang dengan mudahnya aku lepaskan begitu saja hanya demi kamu.
Kamu yang selalu membuat ku menunggu.
Kamu yang selalu berhasil meyakinkan ku bahwa kamu memang benar - benar menyayangi ku.
Kamu yang memang lebih lama dan lebih aku sayang dibanding dia.
Ketika aku bersama dia. Aku menangis. Bukan. Aku bukan menangis karena dia menyakiti ku.
Aku menangis karena kamu.
haha.
Lihat ? Kurang jahat apa lagi aku ini ? Ketika bersama dia aku bukan menangisi dia, tapi aku malah menangisi kamu.
Aku menangis karena aku merasa takut bahwa semua kebahagiaan yang aku dapatkan dari dia hanya akan berbalas kesedihan karna aku akan kehilangan kamu.
Aku menangis. Aku merasa takut. Aku takut kalau aku kehilangan kamu.
Karena bagi ku kamu itu adalah bahagia ku.
Aku merasa dia bukanlah kebahagiaan ku yang sesungguhnya.
Kamu.
Hanya kamu.
Kamu adalah kebahagiaan ku yang sederhana.
Aku rasa dia tahu semua ini. Dia tahu apa yang sebenarnya aku rasakan.
Dia tahu mengapa aku meninggalkan dia. Dia tahu semuanya tentang kamu.
Secara jelas aku mengatakan kepada dia bahwa aku lebih menyayangi kamu dibanding dia.
Secara jelas aku melarangnya untuk cemburu kepada mu.
Secara jelas aku memperingatkannnya untuk tidak pernah menyuruhku memilih antara kamu dan dia.
Karena, secara jelas pula aku memberi tahu bahwa jika dia melakukan hal itu, itu adalah perbuatan konyol yang sia - sia. Iya. Secara jelas dan lantang dan dengan penuh keyakinan aku memberi tahu dia jawabannya.
Dan kamu tahu jawaban ku ? Aku lebih memilih kamu.
Kamu yang sekarang lebih memilih yang lain.
Kamu yang hanya bisa menyuruh ku menunggu tanpa memberi tahu apa yang harus aku lakukan selagi aku menunggu.
Kamu yang selalu melarang ku bersama yang lain, namun kamu tetap bersama dengan seseorang yang kamu inginkan.
Kamu yang selalu membuat ku menunggu.
Kamu yang terus mengatakan bahwa kamu menyayangi ku lebih dari dia yang sekarang bersama kamu tanpa ada bukti.
Dan tentunya kamu yang membuat ku seperti orang bodoh.
Karena hanya orang bodoh yang tetap menunggu tanpa tahu apa yang sebenarnya dia tunggu.
Hanya orang bodoh yang masih terus percaya kepada orang yang terus menyakitinya secara terang - terangan.
Hanya orang bodoh yang melepaskan orang yang telah tulus menyayanginya hanya demi orang yang dia sayang yang entah benar menyayangi dia secara nyata atau hanya dalam khayalannya saja.
Sekarang, aku hanya benar - benar ingin bahagia menurut cara ku seperti kamu bahagia dengan dia yang sekarang sedang bersama kamu.
Aku tidak ingin terus menerus dibohongi seperti ini.
Kamu tidak perlu memutar balikkan semuanya seakan - akan semua ini adalah salah ku.
Dengan gampangnya kamu mengatakan bahwa kamu menyayangi ku tapi kamu tidak akan meninggalkan dia karena AKU TIDAK MENGINGINKAN MU.
Heyy, kamu itu bodoh atau pura - pura tidak peduli ? Atau kamu memang tidak peduli ?
Selama ini siapa yang aku tunggu kalau bukan kamu, bodoh ?
Selama ini siapa yang selalu menjadi alasan ku untuk bertahan kalau bukan kamu ?
Aku mulai berpikir,
mungkin selama ini memang hanya alasan mu saja.
Dari awal aku sudah merasa bahwa semuaaa yang kamu katakan hanyalah perkataan belaka.
Hanya sekadar kata - kata indah yang keluar dari seseorang yang aku anggap indah.
Siapa yang egois ?
Aku atau kamu ?
Hey, kamu.
Awalnya aku tidak pernah merencakanan untuk bisa dekat dengan dia yang sekarang sedang dekat dengan ku.
Awalnya aku tidak pernah mengharapkan apa pun dari dia.
Kamu tahu kenapa ? Karena aku memikirkan mu. Karena aku masih menunggu mu disini, bodoh.
Tapi, kamu dengan mudahnya mengatakan semua itu. Membuat ku seakan - akan semua ini adalah salah ku.
membuat ku merasa bersalah .......... lagi.
Aku lelah, sayang.
Semakin kamu seperti ini semakin aku yakin bahwa semua dugaan ku terhadap kamu itu benar.
Sekarang, yang ingin aku lakukan hanyalah membuat dia merasakan
bahagia.
Aku tidak ingin dia merasakan rasa sakit lagi.
Aku tidak ingin dia jatuh terlalu dalam.
Aku ingin membuatnya bangkit.
Aku ingin membuatnya bahagia dengan cara ku.
Aku ingin menghilangkan rasa trauma yang pernah dia rasakan.
Untuk kamu,
Izinkan aku untuk membuat dia bahagia, seperti kamu membuat dia yang bersama kamu sekarang bahagia dengan cara mu.
Izinkan aku untuk menunjukkan kepada dia apa itu bahagia dan apa itu kesenangan.
Kamu tidak perlu khawatir.
Semua rasa yang aku berikan untuk kamu, semua hal yang pernah kita lewati bersama. Aku berjanji tidak akan memberikan kepada siapa pun.
Karna aku tahu, dengan siapa pun nantinya, rasa itu tidak akan pernah sama.
Karna aku tahu, dengan siapa pun nantinya, rasa itu tidak akan pernah sama.
Karena semua itu hanya milik aku dan kamu.
Rasa sayang ku kepada kamu juga tidak akan pernah berubah. Sampai kapan pun.
Rasa sayang ini sepenuhnya kamu miliki,
No comments:
Post a Comment