Sunday, June 7, 2015

Kali ini izinkan aku untuk menyampaikan beberapa pesan untuk kamu yang disana.

Teruntuk kamu yang (dulu) selalu ada,

kamu, apa kabar ?
Bagaimana hari-hari kamu ?
Sudah cukup lama kita tidak berbincang,
berbagi segala kisah yang dialami, mulai dari yang menyenangkan hingga menyedihkan, dari yang pernah kita sesalkan hingga yang sangat disyukuri, entah aku atau kamu yang menangis atau bahkan kita akan menangis bersama, kemudian kita akan saling memeluk untuk menenangkan satu dengan yang lain dan pada akhirnya kita akan merasa tenang dan tertawa bersama.
Masih aku ingat setiap kata yang membentuk janji yang pernah kamu ucapkan.
Pada saat itu aku percaya, bahkan sampai sekarang.
Aku coba berpikir, mungkin saat ini kamu belum bisa menepati janji kamu atau kah kamu lupa ?
Bolehkah aku mempertanyakan kesungguhan dari setiap kata yang kamu sampaikan kepada ku ?

Kamu, sedang apa sekarang ?
Sekarang jika aku merasa sendiri, aku tidak tahu harus berbagi dengan siapa.
Sekarang aku bahkan merasa takut untuk memberitahu kamu ketika aku sedang menangis.
Karna kamu telah menjadi salah satu alasan menetesnya air mata ini.
Mengapa semua terjadi begitu cepat ?
Teramat sangat cepat.
Rasanya baru kemarin kamu menjadi alasan untuk aku tersenyum dipagi hari, yakin bahwa kenyataan jauh lebih indah dari mimpi, lalu sekejap kamu menjadi alasan untuk aku tidak ingin terbangun dipagi hari karna merasa kenyataan ini adalah mimpi buruk.

Kata orang, hidup ini bagaikan roda.
Sebentar kita berada di atas, sebentar kita berada di bawah.
Sebentar kita merasakan kebahagiaan, sebentar pula kita merasa kesedihan.

Pertanyaan ku,
apakah roda itu hanya sekali berputar ?
kapan roda itu akan berputar lagi sehingga dapat kembali seperti sebelumnya ?
ah sudahlah, semoga saja nanti ku temukan jawabannya sendiri.

Semoga Tuhan mengizinkan aku dan kamu untuk bisa bertemu dan berbincang seperti dulu lagi, walau pun hanya sejenak, pastinya itu adalah saat yang paling berharga.

Salam,
aku yang merindukan kamu.

No comments:

Post a Comment