Sunday, October 18, 2015

untuk kamu,
apa kabar?
Ah, pertanyaan ini rasanya seperti nasi 7 hari, basi. Kamu sudah memberitahu kabar mu setiap hari.

untuk aku,
apa kabar?
Sudahkah aku tahu bagaimana perasaan terhadap kamu?
Ah, tidak, agar aku tegaskan, apakah aku sudah yakin bagaimana perasaan terhadap kamu?
haha, aku rasa tidak.
OH! Atau mungkin, aku sudah tahu bagaimana perasaanya terhadap kamu! Hanya saja, aku tidak berani mengatakan hanya karena aku tidak mau menyakiti kamu?
Ah rumit sekali. 
Kebiasaan aku, selalu menutupi segalanya, dengan alasan tidak ingin menyakiti siapa pun.
Hei, tidakkah aku sadar kalau yang aku lakukan saat ini hanyalah menanamkan rasa sakit yang setiap detiknya sedang bertumbuh dalam hati kamu secara diam-diam?
Kamu ternyata lupa, kalau dibalik keindahan bunga mawar terdapat duri yang dapat menyakiti.

untuk kamu,
dari sekarang lebih baik tidak terlalu menaruh harapan terhadap aku. Sabar saja, aku memang seperti ini. Tidak, kamu bukan pelampiasan. Aku bisa yakin tidak ada sedikit pun maksud sejahat itu dari aku.

untuk aku,
kita lihat saja sampai kapan akan seperti ini.
Kita lihat saja bagaimana akhir dari semua ini nantinya. Cepat atau lambat aku pasti akan merasa gerah akan kebiasaan ini. Aku pasti ingin lepas dari semua ini dan kembali seperti biasa. Aku pasti akan sadar apa yang dilakukan ini adalah salah.

salam sayang dan damai,
untuk aku dan kamu.



No comments:

Post a Comment